Blog

BEI Tengah Membayangi Perlambatan Ekonomi Global

Rapat kabinet terbatas juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Sumarno, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona H. Laoly, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno juga menghadiri pertemuan tersebut.

Di masa lalu, Indonesia juga menjadi salah satu anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak. Namun, saat ini telah menjadi importir bersih minyak karena menyusutnya produksi dalam negeri dan konsumsi domestik yang tumbuh cepat.

Untuk mengatasi kondisi ini, perusahaan energi milik negara PT Pertamina diharapkan untuk menggunakan semua produksi minyak mentah Indonesia untuk dimasukkan ke kilang pada tahun 2019.

Pertamina harus mengeluarkan sejumlah besar devisa untuk impor minyak mentah untuk memberi makan kilang minyaknya, karena sebagian besar produksi minyak mentah negara oleh kontraktor minyak diekspor.

Indeks komposit Indonesia (BEI) dibuka lebih rendah pada hari Rabu, 23 Januari, di tengah membayangi perlambatan ekonomi global dan perang perdagangan AS-Cina yang sedang berlangsung. Click jasa SEO profesional.

Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 15,66 poin, atau 0,24 persen, menjadi 6.452,91, dan indeks dari 45 saham paling likuid, atau LQ45, turun 3,92 poin, atau 0,38 persen menjadi 1.027,15.

Prospek ekonomi global yang cukup curam, ditambah dengan tidak adanya perjanjian (perdagangan) AS-Cina, dan kenaikan tinggi IHSG dapat menyebabkannya diperbaiki hari ini, kepala peneliti Valbury Sekuritas Alfiansyah menyatakan di sini pada hari Rabu,

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk 2019 menjadi 3,5 persen, dari 3,7 persen sebelumnya.

IMF telah menurunkan target pertumbuhan ekonomi global untuk 2019 menjadi 3,7 persen, dari 3,9 persen, dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang diproyeksikan turun menjadi 4,5 persen dari 4,6 persen. Dapatkan harga jasa SEO murah disini.

Ekonomi Tiongkok juga diproyeksikan melambat, dari 6,6 persen tahun lalu menjadi 6,2 persen tahun ini.

IMF telah memperkirakan ketidakpastian global, khususnya mengenai perang dagang AS-Cina dan kenaikan suku bunga Fed yang akan segera membayangi ekonomi global tahun ini. Baca juga kampung inggris 2020.

Indeks pasar regional, termasuk Nikkei, naik 7,11 poin, atau 0,03 persen, menjadi 20.630,02; Hang Seng melemah 0,73 poin menjadi 27.004,72; dan Straits Times Index turun 3,52 poin, atau 0,11 persen, menjadi 3.189,19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati percaya pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyerukan negara-negara berkembang untuk mengurangi hutang guna menghindari risiko perlambatan ekonomi global tidak relevan dengan Indonesia.

Seruan IMF ditujukan kepada sejumlah negara yang rasio utangnya terhadap produk domestik bruto (PDB) tinggi dan defisit fiskal belum memenuhi kategori aman, katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa.